Oleh: m3d14ku | 22 Mei 2013

Beda Gender, Beda Pula Pola Tidurnya

Salah satu perbedaan yang ditemukan oleh para peneliti adalah dalam ritme sirkadian antara laki-laki dan wanita. Penelitian difokuskan pada siklus sirkadian terhadap 157 pria dan wanita berusia antara 18-74 tahun, untuk mengukur kadar melatonin dan suhu tubuh pada siklus 24 jam. Hasil yang didapat adalah ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita dalam durasi sirkadian. Berikut ini adalah hasil penelitian yang telah dilakukan:

  • Sirkadian clock pada peserta wanita diatur lebih awal daripada pria dengan tujuan membuat mereka tidur lebih awal dan bangun lebih awal. Wanita menunjukkan bahwa mereka memiliki kecenderungan melakukan kegiatan lebih awal daripada laki-laki.
  • Siklus Sirkadian sebenarnya lebih awal bagi wanita daripada pria, yaitu sekitar 6 menit. Meskipun perbedaan yang terjadi sangat tipis, namun memberikan efek signifikan pada tidur malam dan tingkat energi.
  • Tidak hanya berjalan lebih awal dan lebih pendek dari pria, tetapi siklus sirkadian wanita lebih banyak memiliki jam internal yang berjalan di bawah 24 jam.

Ketimbang Pria, Wanita Terlihat Lebih Segar Saat Bangun Tidur

Penelitian terkini juga menyebutkan bahwa, wanita cenderung terlihat lebih segar daripada pria dalam kondisi kurang tidur dan mampu memulihkan kondisinya lebih cepat saat dia kekurangan tidur.

Wanita akan lebih merasakan manfaat tidur pulas, tetapi wanita lebih mudah terserang rasa kantuk dan berisiko mengalami gangguan kesehatan daripada pria saat mereka kekurangan tidur yang disebabkan oleh beberapa alasan, seperti:

Fase biologis dari kehidupan wanita seperti menstruasi, kehamilan, menopause, dan faktor hormonal membuat wanita lebih banyak mengalami gangguan tidur, wanita lebih mudah mengalami berbagai gangguan tidur daripada pria, seperti insomnia. Terlebih, wanita berusia di atas 40 tahun akan mengalami gangguan tidur yang lebih buruk.

Penelitian menunjukkan bahwa wanita tidak lagi mengalami gangguan tidur saat mereka sakit. Wanita yang tidur kurang dari 8 jam sehari cenderung berisiko mengalami gangguan kesehatan dibandingkan pria. Penelitian terhadap kanker dan tidur juga menunjukkan bahwa wanita memiliki lebih banyak kemungkinan mengidap insomnia daripada pria.

Penelitian telah menunjukkan bagaimana wanita dan pria tidur. Jika kita mengetahui lebih banyak bagaimana jenis kelamin mempengaruhi tidur, maka akan lebih tepat kita menentukan target dan cara paling efektif untuk mengatasi gangguan tidur pada pria dan wanita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: