Oleh: m3d14ku | 17 Mei 2013

27 Dresses (2008)

Cerita film ini sebenernya sederhana, dan hampir mirip dengan film2 komedi romantis lainnya, yaitu soal seorang reporter yang harus nulis artikel dan ternyata kemudian jatuh cinta pada cewek/cowok yang jadi obyek penulisan artikelnya. Sekilas ingatan saya terkait pada “How To Lose A Guy in 10 Days” nya Kate Hudson dan Matthew McConnaghey, tapi kemudian teringat lagi “Runaway Bride” nya Julia Robert dan Richard Gere dan rasanya ini lebih mirip ke film yang terakhir. Bikin film dengan ide yang sederhana dan telah banyak dipake sebelumnya tentu saja butuh sesuatu yang jadi pengangkat cerita, dan di film ini yang jadi hal tersebut adalah benar-benar “dreseses”nya..

Pertama saya pikir dresses itu hanya ungkapan aja. Ok brarti sang tokoh utama telah jadi seorang bridesmaid dan telah memakai gaun pengiring pengantin itu selama 27 kali, tapi ternyata dresses disini lebih dari sekedar ungkapan. Jane (Katherine Heigl) bener2 memiliki, menyimpan, dan mengkoleksi gaun2 bridemaidnya dan disimpan dalam closet tersendiri sampai closet itu gak bisa nutup karena penuh sesak dengan gaun2 yang memang butuh space lebih dari sekedar pakaian biasa. Dan yang lebih unik lagi, gaun2 ini terdiri dari berbagai style dari berbagai bahan kain dan warna yang lumayan “menyilaukan” dimata. Kevin, sang cowok reporter khusus wedding, yang pengen nulis sesuatu yang bisa ditaruh di halaman depan section pernikahan di surat kabar top di New York agar bisa mempromosikan dirinya lepas dari section itu bahkan bilang, bahwa gaun2 bridesmaid emang dibikin ridiculous seperti itu agar semua perhatian tetep terarah ke bridenya. Gaun2 yang dimiliki Jane beragam mulai dari standard gaun panjang berwarna purple, gaun ala Heidi, kimono style, waitress rok mini, gaun hitam gothic, gaun kulit ketat mini ala playboy mansion, gaun ala sari india, dsb..

Jane memang seperti addicted to wedding. Kevin yang memang di posisikan sebagai cowok yang ceplas ceplos dengan komentar-komentar sinisnya bahkan bilang kalo yang dinginkan Jane untuk Jane sendiri sebenernya cuman wedding, bukan marriage. Dan tentu saja karakter kaya Kevin gini yang difilm2 justru bikin cewek yang semula ogah dan bete tapi lama2 ngangenin… Padahal sebelumnya, Jane bener terobsesi sama bosnya sendiri George. Jane selama ini adalah asisten kepercayaan George dan selalu tau apa yang dibutuhkan dan dipersiapkan buat George, bahkan sampe ke detail2 di luar urusan kerja. Seluruh kantor tau kalo Jane naksir George dan hanya satu orang yang belum tau, George itu sendiri. Malapetaka terjadi ketika saudara cewek Jane balik lagi ke New York dan bertemu George. George langung naksir berat ke saudara Jane dan ini yang bikin kelucuan2 sepanjang film. Saudara Jane sendiri adalah tipikal karakter cewek blonde, dan karena dah kadung naksir George juga, dia harus berbohong tentang karakter dia sebenernya, dan ini yang bikin Jane tambah bete. Jane bahkan harus menyaksikan kala George melamar saudaranya di restoran karena saat itu sebagai asistennya, Jane hendak mengantar dompet George yang ketinggalan di kantor.

Kevin sendiri harus mengalami kenyataan bahwa setelah hari yang istimewa dengan Jane, terdampar di luar kota New York di tengah hujan dengan mobil terjebak di becek dan jadi primadona di bar tempat mereka berteduh dengan saling curhat dan nyanyi2 ala coyote ugly, dia dianggep cowok brengsek dengan mempublish cerita Jane dan 27 gaun bridesmaidnya di halaman depan section pernikahan di surat kabar.

Dengan hati yang super bete karena merasa dimanfaatkan Kevin, Jane yang selama hidupnya emang dikenal sebagai cewek yang gak bisa bilang tidak, kali harus menceritakan semua tentang saudaranya kepada George. Hal ini dilakukan ketika semua keluarga dan temen ngumpul, dengan bikin slide foto2 saudaranya yang berlawanan dengan apa yang diceritakan saudaranya itu kepada George. Pernikahan pun batal dan hari berikutnya ketika Jane diajak George untuk menghadiri acara seremonial bisnis, Jane bilang kalo dia sebenernya naksir George sejak lama.

Hal lain yang menjadi pembeda dari film komedi romantis dengan ide cerita sederhana dan sudah pernah dipake sebelumnya adalah closurenya, dan saya bilang film ini closurenya, meskipun ya lumayan klise (.. komedi romantis ya kaya gini lah, mo gimana lagi….) tapi tetep menarik. Pas Jane bilang ke George kalo dia dah naksir George sejak lama, George pun langsung mengklaim “first base” nya (…which is kissing, fyi..). Namun dari first kiss ini keduanya jadi ngerasa aneh karena gak ada chemistrynya. Kissing pun diulang dan hasilnya tetep sama. Jane pun jadi sadar bahwa ternyata George selama ini mungkin hanyalah jadi obsesinya karena kedekatan mereka sehari-hari dikantor. Dan tentu saja Jane segera pamit ke George untuk ngejar the real kissnya yang saat itu lagi ngeliput another wedding. Dan Jane jadi ngetop karena artikel soal 27 dressenya segera dikenali oleh pengantinya dan dipersilahkan naik panggung untuk say what she need to say pada Kevin dengan loudspeaker di depan orang banyak (..god, kapan yah ada cewek cakep yang mo bilang kaya gini ke saya….hihihih). Dan the real kiss with the real chemistry pun terjadi di sana…

Yang bikin unik lagi dari film ini adalah adegan penutupnya.

Jane akhrinya mengenakan gaun ke 28nya di pernikahannya sendiri dengan Kevin setahun kemudian, dengan didampingi oleh temen setianya dan sodara ceweknya, dan 27 orang temen yang dulu meminta Jane menjadi bridesmaidnya. Ke 27 cewek ini tentu saja menjadi bridesmaid di weddingnya Jane dengan mengenakan gaung bridesmaid unik yang Jane kenakan pada saat pernikahan mereka masing…

Catatan kecil laen, Katherine Heigl ternyata adorable juga maen komedi, dan lebih menyenangkan meliatnya ketawa dan bikin mimik lucu daripada super serius di film dia sebelumnya. Dan ini entah film keberapa yang saya lihat ada adegan belanja dengan cuman bawa bar code scanner dan cukup nyecan barcode dari barangnya kalo emang minat mo beli barang itu. Asik juga rasanya belanja model kaya gitu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: