Oleh: m3d14ku | 16 Mei 2013

27 Dresses

Sekali-sekali menuliskan film romantis yang ringan-ringan sebenarnya asyik juga. Kalau harus selalu mengikuti selera pasar tentang film-film sci-fi seperti Wolverine kan bosan juga. Film ini bergenre drama romantis seperti Dan In Real Life. Dan bintang utamanya adalah favoritku, Katherine Heigl, si dokter di Greys Anatomy. Aku suka sekali sama yang satu ini. Cantik dan aktingnya jago. Ditambah lagi, film ini punya banyak sekali koleksi baju. Yang bagus dan yang aneh. Jadi, mari kita mulai saja ya.

Jane Nichols (diperankan oleh Katherine Heigl) adalah seorang asisten yang jatuh cinta pada bosnya sendiri, George (diperankan oleh Edward Burns). Hanya saja ia tidak berani menyatakan perasaannya secara terus terang. Jane adalah tipe wanita yang pemalu dan selalu mengalah demi kesenangan orang lain.

Dia juga punya pekerjaan sampingan yaitu sebagai bride’s maid atau pendamping pengantin, yang sekaligus mengurus seluruh persiapan untuk pesta pernikahan. Sebenarnya ia melakukan ini juga karena dia sangat menyukai pernikahan dan sudah sangat ingin menikah, sayangnya dia belum memiliki kekasih. Dan satu-satunya pria yang disukainya adalah George, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.

Ketika pulang dari sebuah pesta pernikahan, Jane berebut taksi dengan seorang pria bernama Kevin Doyle (diperankan oleh James Marsden). Dan karena tidak ada yang mau mengalah, akhirnya mereka sepakat untuk menggunakan taksi itu bersama-sama. Kevin adalah seorang jurnalis kolom pernikahan di sebuah surat kabar. Walaupun dia selalu meliput berita-berita yang berkaitan dengan pernikahan, tapi pada dasarnya dia sangat skeptis dan tidak menyukai pernikahan. Sehingga mereka berdua beradu pendapat di dalam taksi. Jane yang sangat memuja pernikahan dan Kevin yang mengejek semua orang yang memutuskan untuk menikah. Bukan perkenalan yang menyenangkan.

Setelah Jane turun, Kevin menemukan agendanya terjatuh di lantai taksi. Dia tidak berniat mengembalikannya, malah membukanya untuk mencari tahu jadwal-jadwal Jane. Dia sangat terkejut begitu mengetahui kalau Jane sudah punya banyak sekali jadwal pernikahan yang harus diikutinya. Tiba-tiba saja naluri jurnalis Kevin bangkit, dan ia sangat ingin menjadikan kisah Jane yang selalu menjadi pendamping pengantin dan tidak pernah menjadi pengantin ini di kolomnya. Dia tidak menyadari kalau Jane adalah penggemar tulisan-tulisannya. Karena Kevin selalu menggunakan nama samaran sebagai Malcolm Doyle.

Ternyata, Tess Nichols (diperankan oleh Malin Akerman), adik Jane datang mengunjunginya dari Milan. Rencananya, Tess hanya akan menginap beberapa hari saja lalu pergi lagi. Tapi ternyata ia bertemu dengan George dan segera saja jatuh cinta. George yang terkesan dengan sikap terbuka dan gampang bergaul Tess pun jatuh cinta padanya. Meskipun Tess harus berbohong kepadanya, dengan mengatakan kalau ia juga suka mendaki gunung, seperti George. Dan menyukai anjing juga. Jane merasa cemburu dan muak melihat kebohongan Tess. Karena ia tahu kalau Tess sebenarnya bukanlah vegetarian dan juga sangat membenci hewan berbulu. Tapi dia hanya bisa menyimpan kekesalannya itu sendiri.

Ketika akhirnya George dan Tess memutuskan untuk menikah, Jane sangat sedih. Tapi dia tetap menyetujui permintaan mereka untuk menjadi wedding-planner. Ayah mereka meminta Tess mengenakan gaun pengantin almarhum ibunya dulu. Meskipun sebenarnya Tess sangat membenci model gaun pengantin yang sudah ketinggalan zaman itu, ia berpura-pura senang dan tetap menerimanya. Ini jugalah yang membuat Jane semakin sedih, karena sebenarnya dia sangat ingin mengenakan gaun pengantin ibunya itu ketika menikah. Dan tampaknya Tess-lah yang mendapatkan kesempatan itu.

Kebetulan sekali, Kevin diminta untuk meliput pernikahan mereka. Mulai dari persiapan sampai hari-H nanti. Karena Tess mengetahui kalau Kevin adalah jurnalis ternama dan tulisannya selalu dibaca oleh kalangan atas. Tess ingin pernikahannya juga dibuat megah, karena George adalah orang kaya.

Hal ini membuat Kevin memiliki banyak kesempatan untuk bertemu dengan Jane yang bertugas sebagai wedding-planner. Tanpa sengaja ia melihat sebuah lemari yang penuh sesak dengan baju-baju yang diterima Jane setelah menjadi pendamping pengantin.

Dia sangat terkejut mengetahui kalau Jane memiliki 27 baju pendamping pengantin, yang berarti dia sudah menjadi pendamping di 27 acara pernikahan. Tapi Jane tidak malu dengan kenyataan itu. Dia bahkan merasa bangga dan berniat untuk tetap menyimpan koleksi baju-baju itu, meskipun kebanyakan modelnya sangat aneh dan ajaib.

Jane bahkan bergaya seperti peragawati dengan mengenakan satu persatu koleksi gaunnya itu. Kevin merasa takjub dengan keanehan model semua baju itu dan memotret Jane ketika mengenakannya.

Kejadian ini membuat mereka berdua semakin akrab. Kevin mulai memiliki perasaan khusus padanya, tapi Jane masih tetap mencintai George. Ia kemudian berniat untuk membongkar kebohongan Tess kepada George dengan mengajaknya mencoba makanan yang akan dipesan untuk pesta pernikahan.

Tapi kemudian Kevin muncul dan memergoki mereka berdua. Ketika itulah dia menyadari kalau ternyata Jane jatuh cinta pada George, calon suami adiknya. Dia heran, kenapa Jane masih mau menjadi wedding-planner, kalau sebenarnya dia tidak menyukai pesta pernikahan itu sendiri. Dia mengatakan kalau Jane munafik. Mereka bertengkar dalam mobil yang dikemudikan Jane. Akibatnya, mobilnya terpeleset dan mogok. Mereka lalu mencari sebuah restoran untuk tempat berlindung. Disana mereka berdua mabuk dan menari-nari bersama seisi restoran.

Ternyata, keesokan paginya, koran tempat Kevin bekerja menerbitkan cerita yang sudah ditulis Kevin tentang Jane yang selalu menjadi pendamping pengantin dan tidak pernah menjadi pengantin. Lengkap dengan foto-foto yang diambilnya ketika Jane bergaya dengan mengenakan koleksi gaunnya. Jane sangat terluka dan meninggalkan Kevin. Dia merasa diperalat untuk menjadi bahan berita. Kemarahannya semakin bertambah, ketika dia mengetahui kalau adiknya telah tega memodifikasi sebagian besar gaun pengantin ibu mereka, dan memotong renda-renda yang menurut Tess sudah sangat ketinggalan zaman, padahal Jane sangat menyukainya.

Kemarahan Jane pun meledak. Dia mengancam akan menghancurkan pesta pernikahan Tess kalau ia tidak segera mengatakan yang sejujurnya kepada George. Tess malah mengejeknya dan menyatakan kalau ia tidak akan mampu melakukan itu.

Dan Tess salah.

Di malam ia dan George mengumumkan pesta pernikahan mereka, Jane menampilkan slide-slide gambar ketika Tess sedang makan sepiring besar daging steak untuk menunjukkan kebohongannya tentang status vegetarian. Jane juga menunjukkan fotonya ketika sedang menyiksa seekor kucing, untuk menunjukkan bahwa sebenarnya ia sangat membenci anjing. George yang melihat kebohongan Tess menjadi sangat kecewa dan pergi meninggalkan acara. Dan pernikahan mereka pun dibatalkan. Kevin yang ternyata juga hadir, memberikan sebuah Blackberry kepada Jane, untuk menggantikan agendanya yang diambil oleh Kevin. Dia mengatakan kalau ia bangga, karena Jane sudah bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, dan tidak selalu berusaha untuk menyenangkan orang lain dengan menyakiti hatinya sendiri.

Hubungan Tess dan Jane pun semakin memburuk. Mereka bertengkar keras di rumah ayah mereka. Tapi akhirnya mereka berbaikan kembali. Bahwa ternyata mereka saling iri dengan kehidupan masing-masing. Tess iri dengan kehidupan Jane yang tenang dan punya pekerjaan tetap. Sementara Jane iri dengan Tess yang cantik dan selalu berkelana dengan pacar-pacarnya di seluruh dunia. Mereka akhirnya menyadari kalau kasih sayang diantara mereka sebagai kakak beradik tidaklah bisa hilang.

Ketika Jane dan George bertemu keesokan harinya di kantor, ia membuat sebuah keputusan besar. Ia menyampaikan pengunduran dirinya dan berterus terang kepada pria itu, kalau sebenarnya ia jatuh cinta padanya. Tapi setelah mencium George, ia menyadari kalau perasaan itu sudah hilang dan hatinya sekarang lebih memilih Kevin. Dan pada sebuah pesta pernikahan yang dihadirinya, ia mengumumkan di depan semua tamu kalau ia sudah jatuh cinta pada Kevin. Mereka lalu berciuman.

Setahun kemudian, Jane dan Kevin menikah. Ketika itu, Tess dan George sudah berhubungan kembali, kali ini hubungan yang jujur dan apa adanya. Tess dan Casey (diperankan oleh Judy Geer), sahabat Jane, kemudian menjadi pendamping pengantin Jane.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: