Oleh: m3d14ku | 13 Mei 2013

Marion Cotillard, Aktris Prancis Tersukses di Amerika

Marion Cotillard menghabiskan masa kecilnya di Alfortville, di pinggiran Paris.

“Kota itu seperti Bronx-nya New York. Tapi saya bangga bersal dari sana. Saya bahkan bangga menyebut diri saya sebagai ‘Gadis Bronx’,” bilang Marion yang dijuluki Angelina Jolie-nya Prancis.

Siapa sangka, masa remaja si cantik ini dihabiskan dengan rasa percaya diri yang amat rendah. “Kala itu saya sangat membenci semua yang berhubungan dengan diri saya—baik penampilan maupun sifat-sifat yang ada dalam diri saya. Rasa benci itu membuat saya marah dan tak tahu harus melakukan apa dalam hidup saya. Agar bisa keluar dari perasaan itu, saya harus mencari sesuatu yang membuat perasaan saya menjadi lebih baik dan positif,” tandas Marion.

Sesuatu yang membuatnya lebih baik itu ditemukannya pada akting. Di umur 15 tahun, ia masuk sekolah drama. “Lewat akting, saya menemukan wadah yang tepat untuk menyalurkan perasaan benci dan marah. Itu membuat perasaan saya jadi jauh lebih baik,” bebernya. Ketika lulus dari sekolah itu ia berikrar pada dirinya sendiri, “Saya akan berjuang keras dan melakukan apa pun, tentunya dengan cara terhormat, untuk mencapai keinginan saya: menjadi aktris.”

Demi cita-cita itu, ia pindah ke pusat kota Paris. Ia menetap di dekat stasiun kereta Gare du Nord. Setelah audisi kesana kemari, ia mendapatkan peran di film-film kecil seperti My Sex Life … or How I Got Into an Argument dan juga La Belle Verte (keduanya tayang tahun 1996). Namanya terangkat setelah diajak sutradara Gerard Pires bermain di film komedi Taxi (1998) dan di dua sekuelnya.

Sukses Taxi membuat bakatnya terpantau para sineas Hollywood. Tak heran kalau Tim Burton mengajaknya main di Big Fish (2003). Empat tahun kemudian ia membintangi La Vie En Rose, film yang mengerek namanya di jagat sinema Hollywood. Penampilan Marion di beberapa film karya sutradara besar membuatnya tercatat sebagai aktris Prancis tersukses di Amerika — mengalahkan kompatriotnya Isabelle Adjani dan Juliette Binoche yang juga berasal dari Prancis.

Marion saat ini menjalin hubungan dengan sutradara Guillaume Canet. Soal hubungannya, pasangan ini ogah mengumbarnya kepada media. Tak heran kalau sedikit sekali cerita tentang pasangan ini. Yang pasti, bila tengah berada di Paris, pasangan Brangelina versi Prancis ini kerap menghabiskan waktunya di kafe atau berbelanja bareng. Penggemar klub sepak bola Leeds United ini agak sedikit terbuka bila berbicara tentang putra tunggalnya.  “Memiliki anak sangat menguras tenaga saya. Tapi di saat bersamaan, kehadirannya justru mendatangkan energi yang luar biasa. Terkesan paradoks,” tukas bintang iklan Lady Dior ini.

Menjadi aktris sekaligus ibu tidaklah mudah. Selain harus pandai mengatur waktu, penyuka alunan suara penyanyi Hawksley Workman ini harus pintar-pintar menjaga jarak dengan sang buah hati bila tengah memerankan karakter yang rumit dan bermasalah seperti di Inception atau La Vie En Rose. Juru bicara organisasi Greenpeace Prancis ini tak ingin putranya terkena dampak kondisi emosionalnya yang rapuh ketika sedang mempersiapkan suatu peran.

“Ada beberapa peran yang membuatmu harus berubah dari dirimu yang sebenarnya. Jadi, dalam kasus tersebut, saya akan menjaga jarak dengan putraku supaya dia tidak terkena dampaknya,” tambah Marion yang sampai saat ini kerap memboyong anaknya bolak-balik Prancis-AS.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: