Oleh: m3d14ku | 13 Maret 2013

Perahu Kertas – Typical Teenage Dream Flick

Ide cerita dalam membuat suatu cerita untuk dijadikan ke medium yang bisa dinikmati semua orang memang membutuhkan kerja keras supaya cerita itu dinilai bagus. Bahkan, bisa sampai bertahun-tahun untuk bisa dipublikasikan untuk semua orang.

Seperti contohnya novel laris “Perahu Kertas” karya Dewi “Dee” Lestari, ide cerita dan semua tulisan sudah dibuat sejak lama tapi dipublikasikan setelah serial novel “Supernova”. Novel laris pastinya juga membuat para produser film tertarik untuk mengadaptasinya ke dalam format film untuk menghidupkan karakter yang ada di novel itu. Mengikuti tren yang ada, lahirlah film “Perahu Kertas” yang dipecah menjadi dua bagian karena setia mengikuti cerita novel aslinya yang jika dipaksakan menjadi satu film akan berdurasi 4 jam.

“Perahu Kertas” menceritakan tentang Kugy (Maudy Ayundha), seorang remaja yang gemar menulis cerita dongeng dan seorang agen Neptunus. Dia selalu menuliskan surat kepada Neptunus yang berisikan tentang kisah sehari-harinya dan surat itu dilepaskan ke laut dengan berbentuk perahu kertas. Kugy juga selalu mempercayakan instingnya dengan membuat tanduk dari jari telunjuk di kepalanya, dan dia anggap insting itu selalu berhasil Kugy mempunyai sahabat dekat bernama Noni (Sylvia Fully) yang selalu menjadi tempat berkhayal dan bercerita. lalu dia berkenalan dengan Keenan (Adipati Dolken), sepupu dari Fuad (Fauzan Smith) pacar dari Noni. Ternyata, keenan yang hobi melukis ini cocok dengan Kugy dalam hal bercerita, bahkan cerita dongen yang dibuat Kugy dibuat ilustrasinya dengan bagus oleh Keenan. Hal ini membuat hati kugy menjadi labil, karena Kugy juga mempunyai pacar yang disayanginya, Joshua alias Ojos (Dion Wiyoko), Di sisi lain hati Kugy mencintai Keenan karena mempunyai visi yang lama. Hati labil Kugy membuat persahabatannya dengan Noni retak, dan Kugy menghilang. 3 tahun kemudian setelah lulus kuliah, Kugy magang di agen periklanan yang dikepalai oleh Remi (Reza Rahadian) yang juga teman baik kakak Kugy, tanpa disangka ide brilian dari Kugy sewaktu diajak ikut concepting pembuatan iklan membuat semua tim di sana suka dan Kugy di terima kerja, Remi yang punya perasaan dengan Kugy ngak lama akhirnya berpacaran. Di sisi lain, Keenan yang memutuskan berhenti kuliah, meneruskan untuk belajar melukis bersama Pak Wayan (Tio Pakusadewo), Keenan lalu berkenalan dengan Luhde (Elyzia Mulachela) yang merupakan keponakan dari Pak Wayan. Sosok Luhde yang perhatian dan penyanyang akhirnya membuat Keenan terpukau, dan akhirnya mereka pun juga berpacaran. Tiga tahun tanpa kabar, Kugy dan Keenan akhirnya bertemu lagi di pernikahan Noni dan Fuad. Keenan memutuskan pindah ke Jakarta karena menggantikan posisi ayahnya yang sedang stroke untuk memimpin perusahaannya. Sudah mempunyai pacar masing-masing, tapi hati Kugy masih sakit karena Keenan sudah berpacaran dengan Luhde, Walaupun pada akhirnya mereka memutuskan jalan sendiri dengan pasangan masing-masing, tetap pertemuan demi pertemuan nggak bisa dihindarkan sampai pada suatu fakta yang berakhir pahit tapi nerujung bahagia.

Bagian pertama sudah dirilis Agustus kemarin bertepatan dengan hari raya Lebaran. Film yang disutradarai Hanung Bramantyo dan skenario ditulis langsung oleh sang penulis novelnya sendiri ini menyuguhkan sinematografi yang bagus, perpaduan warna sephia dan warna warni dengan setting tahun 1990-an terasa cocok, Sayangnya, walaupun mempunyai dialog yang lumayan kuat, nggak ada karakter dengan chemistry yang kuat di sini. Kugy memang digambarkan sebagai cewek yang unik, tapi entah kenapa Maudy membawakan karakter Kugy seperti orang habis mabuk malah yang lumayan berhasil pembawaan karakter Keenan yang dibawakan oleh Adipati Dolken. Kedua karakter ini justru seperti canggung di setiap adegan dimana mereka dalam 1 frame, sama sekali interaksinya kurang mengena. Film yang berdurasi hampir dua jam ini terasa membosankan, untungnya rasa membosankan itu bisa ditutup oleh penampilan Noni dan Fuad yang mengundang tawa. Elyzia Mulachela yang memerankan Luhde patut diacungi jempol, sebagai pendatang baru yang aslinya adalah penyanyi, dia berhasil memerankan Luhde dengan baik. Untuk bagian pertama rating dari 5 bintang ssaya beri 2 bintang.

Baian kedua yang baru saja rilis awal bulan Oktober ini, melanjutkan kisah Kugy dan Keenan yang bermula dari pesta pernikahan Noni dan Fuad. Setting berubah nggak ke masa kuliahan lagi, tapi dimana semua karakter dibuat lebih dewasa karena masuk ke dunia pekerjaan, Well, kali ini much better dari yang pertama. Karakter Kugy menjadi lebih pas di bagian kedua ini (padahal waktu shooting-nya sama). Dengan durasi 101 menit, memang masih menyuguhkan formula yang sama dengan tambahan emosi yang dialami oleh Kugy dan Keenan. No much say about this second part, Saya justru ingin cepat-cepat menunggu film ini selesai karena menurut Saya masih membosankan. Bahkan ketika film ini selesai, ending film ini sudah ketebak dan Saya yakin semua penonton awam juga sudah bisa menebak dari awal baik itu yang sudah membaca bukunya atau belum. Bagian kedua Saya beri 3 bintang dari 5 bintang karena karakter Kugy yang membaik, plus akting Reza Rahadian yang sempurna.

Overall, film ini hanyalah sebuah teenage dream drama flick tentang cinta sejati, dan bagaimana cinta sejati itu datang kembali ketika berbicara ketidak cocokan hati dengan pasangan kita saat menjalankannya. Membaca novelnya saja sudah cukup, karena memang literatur yang ditulis Dewi ‘”Dee” Lestari menyuguhkan kisah cinta remaja yang berbeda, What can I say is, nggak semua novel best seller yang punya cerita yang bagus bisa sama atau melebihi bagusnya ketika dibuat film. Tapi, bukan berarti “Perahu Kertas” jelek banget, masih layak untuk dinikmati walaupun buat sebagian pecinta film drama banyak adegan yang membosankan di film ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: