Oleh: m3d14ku | 7 Maret 2013

Mariana Renata: MELAWAN MINDER

Anda pasti kenal dengan sosok satu ini. Mariana Renata namanya. Sudah beberapa tahun ini wajah cantik gadis berdarah Prancis-Jawa ini akrab dengan pemirsa teve Indonesia. Bukan lewat sinetron seperti kebanyakan bintang muda lainnya, melainkan lewat iklan produk sabun kecantikan. Yang hebat dari Mariana, meski kemunculannya di jagad hiburan masih bisa dihitung dengan jari, tapi popularitasnya mulai menyamai 3 bintang lain dari sabun tersebut, Tamara Bleszinsky, Dian Sastrowardoyo, dan Luna Maya.

Tak lama lagi, wajah cantik gadis kelahiran 31 Desember ini bakal sering menghiasi layar bioskop dan teve lewat sebuah film pendek bertitel Matchmaker. Di film komedi romantis ini Mariana memerankan tokoh bernama Kay. Film ini salah satu dari 4 film pendek tentang perempuan, yang masing-masing dibintangi oleh Tamara, Dian, dan Luna.

Uniknya, untuk melihat Mariana, penonton tak perlu membeli tiket. “Kan, kalau kita nonton di bioskop, biasanya sebelum film diputar kita disuguhi beberapa tayangan iklan. Nah, selama Agustus nanti, tayangan iklan tersebut akan digantikan oleh Matchmaker yang berdurasi 10 menit ini,” terang Nia Dinata, sang produser, sambil bercerita tentang benang merah film ini. “Film ini tentang mak comblang. Dari awal sampai akhir menceritakan kisah pertemanan yang unik antara Kay (Mariana) dengan dua teman cowoknya.”

Ending cerita, ujar Nia, dibikin mengejutkan. “Tapi inti yang ingin disampaikan adalah bagaimana kecantikan bisa menjadi kekuatan untuk membahagiakan orang lain. Jadi bukan untuk disimpan sendiri,” cerita Nia yang menilai permainan Mariana cukup baik. “Enggak ada kesulitan sama sekali. Selain cukup berbakat, Mariana juga sangat kooperatif dan mau belajar,” ujar Nia yang sudah 2 kali memproduseri film Mariana. Sebelumnya di Janji Joni.

Bermain dalam bimbingan Nia, diakui Mariana membuatnya nyaman. “Sebab aku sudah kenal sama semua kru,” ujar Mariana yang mengaku sempat merasa minder karena dibanding Tamara, Dian dan Luna jam terbangnyalah yang paling sedikit di bidang akting. “Minder sih, sudah pasti ada. Tapi ini justru jadi dorongan buat aku supaya berusaha lebih keras lagi. Aku kan, harus komit dan total dalam setiap pekerjaan,” ujar Mariana yang mengaku banyak bertanya pada sutradara dan kru di lapangan. “Minder kan, harus diatasi. Jangan sampai menghambat. Aku harus bisa cari jalan supaya bisa. Kalau enggak, ya, enggak akan maju-maju.”

Yang pasti, gara-gara Matchmaker Mariana jadi bisa menikmati profesinya sebagai aktris. “Aku sekarang sudah mulai menikmati main film. Tadinya enggak, lo. Yang ada malah rasa deg-degan karena takut salah, dan rasa lucu kalau bikin kesalahan-kesalahan konyol,” ujar kekasih Nicholas Saputra ini sambil tertawa. Jadi, ke depannya akan terus main film, Mariana? “Sampai sekarang sih, aku masih lebih fokus ke kuliah. Sekarang kan, aku baru mulai kuliah baru lagi di Sidney, Australia, jurusan bisnis internasional,” ujar lulusan sastra Inggris dari Universitas Sorbonne, Paris ini.

Meski begitu, Mariana mengaku tak mau main-main setiap membintangi sebuah film. “Walaupun ini adalah kerja parttime, tapi aku tetap harus serius. Aku enggak mau anggap remeh, sebab ada banyak orang yang terlibat di dalamnya. Mereka tentu bakal kecewa kalau aku enggak bisa memberikan yang terbaik,” ujar Mariana yang akhir tahun ini akan kembali membintangi film yang ketiga. “Judulnya masih rahasia. Entar aja aku cerita kalau memang sudah selesai filmnya,” ujar Mariana yang mengaku tak banyak mendiskusikan pekerjaannya dengan Nicholas, meski sang kekasih lebih senior di dunia peran. “Enggak juga, biasa-biasa aja. Pekerjaan dan pertemanan, kan, dua hal yang terpisah,” ujar Mariana.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: