Oleh: m3d14ku | 20 Februari 2013

Kalau Adik Terlalu “Nempel” dengan Kakak

Keinginan batita untuk selalu bersama kakaknya sebenarnya wajar. Banyak manfaat yang bisa didapat. Si batita merasa ada yang menyayangi, melindungi, dan memerhatikannya. Hal ini akan membuatnya lebih bebas beraktivitas.

Banyak kemampuan si batita yang lebih cepat berkembang karena ia kerap mendapat panduan dari kakaknya saat melakukan sesuatu. Ketika bermain peran, misal, si kakak akan mengajari saudara mudanya itu bagaimana harus berpura-pura menjadi orang lain. Ini layaknya sebuah stimulasi lengkap bagi si adik, baik komunikasi, peniruan, motorik, sosialisasi, dan sebagainya.

Tak hanya itu, kemandirian anak seperti memegang sendok makan yang benar, minum lewat sedotan, dan lainnya juga bisa ikut diajarkan si kakak. Kesimpulannya, ada banyak keterampilan yang dapat ditularkan sang kakak kepada adik.

Selain itu, hubungan baik ini mempererat tali persaudaraan sehingga tercipta hubungan kasih sayang yang kuat di antara mereka. Hubungan yang harmonis ini akan sangat mendukung berbagai perkembangan kemampuan anak.

Ia akan lebih leluasa melakukan sesuatu, sehingga pertumbuhannya optimal. Berbeda jika hubungan adik-kakak ini tidak terjalin baik, sering berkelahi atau mungkin malah saling tidak acuh, dapat membuat kondisi di dalam rumah tidak kondusif yang setidaknya akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.

Namun sisi negatifnya pun bisa saja muncul jikalau si batita begitu bergantung dengan kakaknya. Batita mengandalkan kakaknya untuk mengerjakan sesuatu yang akan menghambat pertumbuhan kemandiriannya. Si adik selalu minta dilayani, disuapi saat makan, dipakaikan baju, diselesaikan permainan paselnya, contohnya.

Anak juga bisa tumbuh di bawah bayang-bayang kakaknya, mengambil keputusan berdasarkan keinginan kakak, tak bisa menentukan sikap, Tanya kakak dulu jika ingin melakukan sesuatu, dan lainnya.

Beberapa permainan atau mainan si kakak juga belum tentu cocok untuk si batita, sehingga bila si adik bermain dengan si kakak, ada kemungkinan ia alami cedera, tidak bisa mengikuti, selalu menjadi anak bawang, dan lainnya.

Hubungan adik-kakak tentunya sarat manfaat. Namun arahan orangtua sangat diperlukan agar hubungan keduanya lebih sehat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: