Oleh: m3d14ku | 5 Februari 2013

Before Midnight, Pelengkap Before Sunrise dan Before Sunset

Suara peluit memantul dengan liar pada langit-langit Wien Westbahnhof, memberi garis imajiner pada Jesse, pemuda Amerika Serikat 23 tahun, untuk menyusuri peron. Ujung jarinya dengan kikuk dan cemas menyentuh badan kereta yang siap berangkat. Ia mesti melepas Celine, gadis Prancis sebayanya yang ia temui di kereta semalam sebelumnya.

Memang, kota Wina masih pagi dan menyiratkan rasa betah. Tapi di stasiun, pertemuan dan perpisahan selalu tak terhindarkan.

Sembilan tahun kemudian, keduanya bersua kembali dengan cara tak terduga di toko buku Shakespeare and Company. Kali ini, Jesse telah menjadi penulis populer. Karyanya dielu-elukan pembaca. Lantas Celine, seorang aktivis lingkungan.

Sang penulis dan aktivis cuma memiliki sedikit waktu untuk bertukar kata karena Jesse harus terbang sejam kemudian. Selanjutnya, seperti dalam perjumpaan nyaris 10 tahun lalu, kamera mengajak penonton menyimak percakapan demi percakapan dari dua insan yang menanggung rindu.

Perbincangan akhirnya menggiring mereka ke apartemen Celine. Di sana, Jesse memutar lagu “Just in Time” dari CD Nina Simone. Dengan jenaka, Celine menirukan gaya panggung Simone sambil berkata, “Sayang, kau akan ketinggalan pesawat.” Kamera dengan pelan menghampiri Jesse, menarik senyum dari wajah sumringah itu. “Saya tahu,” jawabnya.

Begitulah, Jesse (Ethan Hawke) dan Celine (Julie Delpy) agaknya selalu bersama dalam keterbatasan waktu, baik dalam Before Sunrise (1995) atau Before Sunset (2004). Meski demikian, kecergasan keduanya dalam membangun kedalaman hubungan dalam waktu sempit mampu memberi impresi tajam bagi para penontonnya.

Dampaknya, tak sedikit orang mengangankan terlibat hubungan a la Jesse dan Celine.
Richard Linklater, sang sutradara, agaknya masih cermat meringkus peluang menjaring penonton lebih luas dengan mengupayakan film ketiga tentang Jesse dan Celine. Laman Entertainment Weekly menulis bahwa Hawke, Delpy, dan Linklater baru saja melaksanakan pengambilan gambar di Yunani selatan bagi Before Midnight, judul ketiga itu.

Linklater dan Delpy sebelumnya tidak melihat kemungkinan adanya film ketiga, berbeda dari Hawke yang justru bersemangat melakukan produksi. Pada Festival Film Sundance 2012, Delpy pernah berkata kedua rekannya pernah berpikir melanjutkan kisah Jesse dan Celine meski belum membayangkan isinya.
Namun, pernyataan ketiganya membuat segalanya jadi jelas: “Kami sungguh senang bisa bekerja bersama lagi. Dan kali ini, kami [berproduksi] di Yunani.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: