Oleh: m3d14ku | 28 Januari 2013

Tanggul Latuharhary beres, Komuter siap diuji coba

Upaya perbaikan yang melibatkan pemda DKI, Kementerian Pekerjaan Umum,personel TNI serta PT Kereta Api Indonesia selesai dilakukan setelah tiga hari lalu tanggul Latuharhary jebol oleh derasnya arus air di Banjir Kanal Barat.

Tanggung ini sangat penting karena berbatasan langsung dengan jalur rel kereta yang menghubungkan rute Tanah Abang-Sudirman dan Manggarai.

Jebolnya tanggul Kamis (17/1) mengakibatkan perjalanan kereta terputus hingga Minggu (20/1), serta menggenangi sebagian besar kawasan elit Menteng, termasuk Bunderan HI Jakarta.

Ini adalah banjir terburuk, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, di wilayah segitiga emas Sudirman-Thamrin-Rasuna Said.

“Jebolnya tanggul Banjir Kanal Barat (BKB) di Jl. Latuharhary pada Kamis (17/1) menyebabkan banjir menggenangi kawasan sebagian Jl. Sudirman, Bunderan HI, Jl Thamrin dan sekitarnya,” tulis Humas Badan Nasional Penaggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis Minggu siang.

Setelah perbaikan sementara dilakukan Kementrian PU masih akan melakukan perbaikan permanen untuk mencegah titik rawan ini jebol kembali.

Tetapi meski perbaikan sementara telah dialkukan, PT KAI belum dapat memastikan kapan kereta komuter dapat melalui jalur ini.

Saat ini menurut Mateta Rijalulhaq, Manajer Humas Daops I PT KAI, petugas tengah berupaya menyambungkan kabel sinyal yang terputus akibat masuknya alat berat ke lokasi tanggul.

“Karena alat berat juga belum dipindahkan dari lokasi perbaikan. Kita nanti tinggal beberes sedikit, terus sudah siap uji coba,” tambah Mateta kepada Dewi Safitri dari BBC.

Rel pengungsian

PT KAI mengklaim kehilangan lebih dari separuh pengguna kereta komuter dari sekitar 450 ribu pengguna yang memadati kereta setiap hari keluar-masuk Jakarta dari kota-kota sekitarnya akibat banjir sejak Kamis lalu.

“Kita belum hitung kerugiannya berapa tapi jelas kehilangan pendapatan separuh ini cukup berat,” kata Mateta.

Selain ruas Tanah Abang-Sudirman-Manggarai, PT KAI Commuter juga masih menanti berfungsi kembalinya sejumlah ruas lain termasuk ruas Rajawali-Kampung Bandan yang tergenang air, serta beberapa titik antara Stasiun Ta­ngerang-Duri yang dipakai warga korban banjir untuk mengungsi dan mendirikan tenda.

Stasiun Tanah Abang yang juga terendam air cukup tinggi lumpuh sejak Kamis, namun pada Minggu (20/1) pagi, stasiun sudah kembali difungsikan.

“Kereta lokal Rangkas-Tanah Abang sudah berhasil kita operasikan tadi,” kata MAteta.

“Yang masih kita tunggu titik-titik yang dipakai mengungsi, ini harus melibatkan Dinas Sosial, lembaga kemanusiaan lain, juga Pemda DKI,” tambah Mateta berharap.

Kerugian akibat banjir di Jakarta dalam tiga hari pertama ini diklaim mencapai triliunan rupiah, termasuk akibat lumpuhnya kegiatan ekonomi dan pemerintahan. Data BNPB menyebut sedikitnya 15 ribu orang terpaksa mengungsi dengan jumlah korban meninggal mencapai 15 jiwa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: