Oleh: m3d14ku | 25 Januari 2013

Menkes: Rokok adalah Pembunuh yang Bikin Sengsara

Sudah menjadi rahasia umum kalau rokok bisa menyebabkan berbagai macam penyakit. Bahkan Menteri Kesehatan dr Nafsiah Mboi menyatakan bahwa rokok memang pembunuh, hal ini karena sang ayah meninggal akibat kanker paru yang disebabkan oleh rokok.

“Jadi memang rokok adalah pembunuh, dia tidak hanya menyebabkan sengsara untuk yang merokok tetapi juga untuk keluarga,” ujar Menkes dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH dalam acara Sosialisasi PP No 109/2012 di Ruang Leimena, Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (23/1/2013).

Menkes menceritakan bahwa memang ada riwayat yang membuatnya sangat membenci rokok. Hal ini lantaran sang ayah meninggal karena kanker yang disebabkan oleh rokok, karena beliau memang perokok.

Meski begitu hal yang tidak dapat dihilangkan dari ingatannya adalah bagaimana penderitaan sang ayah yang begitu sulit untuk menarik napas. Namun anak, menantu, cucu yang beberapa diantaranya seorang dokter tidak bisa membantu.

“Oleh karena kanker yang sudah menggerogoti paru-parunya dan sudah bermetastase sampai ke otak, sehingga dia tadinya disangka pikun ternyata Ca nya sudah sampai ke otak dan kemudian ke usus dan sebagainya,” ungkap Menkes.

Hal yang dialami oleh Menkes ini membuatnya sangat membenci rokok. Terlebih di dalam rokok diketahui mengandung 4.000 lebih zat-zat toksik yang mana 60 diantaranya bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker.

Seperti halnya risiko seorang perokok terkena kanker paru-paru 13,6 kali lebih tinggi dibanding dengan orang yang tidak merokok, serta zat-zat toksik yang terkandung di dalam rokok ini hampir bisa merusak setiap organ tubuh.

Data Litbangkes kemenkes RI tahun 2010 menemukan pembelian rokok mencapai Rp 138 triliun. Namun biaya perawatan medis inap dan rawat jalan akibat rokok mencapai Rp 2,11 triliun dan kehilangan produktivitas karena kematian prematur dan morbiditas-disabilitas mencapai Rp 105,3 triliun.

Selain itu jumlah perokok pasif yang ada di Indonesia diketahui untuk perempuan ada 62 juta dan laki-laki 30 juta, sedangkan anak berusia 0-4 tahun yang terpapar asap rokok mencapai 11,4 juta.

“Jadi memang kita harus katakan kalau kita biarkan, maka kita biarkan anak-anak kita nggak berkembang paru-parunya berkembang jadi orang dewasa yang baik. Rokok ini merugikan dirinya sendiri dan juga keluarga serta anak-anaknya,” tegas Menkes.

Diharapkan dengan PP No 109 Tahun 2012 Tentang Pengamanan Bahan yang mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan bisa mengendalikan konsumsi tembakau dan juga melindungi masyarakat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: