Oleh: m3d14ku | 21 Januari 2013

Brand Fashion Promo : Membangun Citra Merek lewat Media Film

Banyak yang bisa kita dapat dari sebuah film. Mulai dari pengetahuan, kisah dan perjalanan hidup, strategi, hingga pengkhianatan. Selain itu, kita bisa belajar mengenai alur cerita, dekorasi, hingga busana fashionable.

Bagi Anda yang mengaku fashionista sejati, di beberapa film dan serial televisi, Anda pasti suka mengamati wardrobe yang dikenakan para pemainnya. Jika tertarik, bisa jadi Anda langsung mencari tahu merek apa yang mensponsori busana si pemain.

Dalam mendukung kemajuan bisnis, sebuah usaha membutuhkan banyak strategi untuk dapat memperkenalkan mereknya kepada masyarakat. Jika tidak, bisnis akan anjlok karena tidak mampu menjaga dan memperkenalkan produk terkini mereka kepada konsumen. Hal itu berimbas pada menurunnya jumlah konsumen.

Sebuah merek dagang biasanya diperkenalkan dengan cara promosi, yang, tidak pelak, mesti mengeluarkan biaya besar. Salah satunya dengan mensponsori bahkan membuat langsung film seri. Dalam setiap adegan, semua pemain menonjolkan produk keluaran brand tertentu. Berikut beberapa di antaranya.

Banana Republic

Inspirasi bisa datang dari mana saja, terutama dunia perfilman. Contohnya serial televisi AS, Mad Men, yang kerap menjadi acuan kreator mode dalam berkarya. Untuk koleksi Spring/Summer 2012, label asal AS, Banana Republic, mengangkat estetika setting drama Mad Men yang bergaya ’60-an. Beberapa model seperti cropped pants dengan potongan sleek, rok A-line, dan jubah mendominasi koleksi Banana Republic kali ini.

Banana Republic merupakan merek busana asal AS yang didirikan Mel dan Patricia Ziegler pada 1978. Merek busana yang mayoritas menjual pakaian kelas atas ini dulunya hanya toko baju berlantai dua yang menjual pakaian bertemakan safari dan pelesir.

Meningkatnya daya jual produk tak lepas dari katalog mereka yang eksentrik. Katalog itu menyajikan barang-barang dengan segmen tertentu. Pada 1983, Gap Incorporated mengakuisisi Banana Republic dan hingga kini mereka beroperasi sebagai salah satu divisinya. Banana kemudian mengarahkan operasinya menjadi toko-toko penjual pakaian mewah.

Selama satu dekade, Gap merevitalisasi Banana Republic dari citra safari yang resmi menjadi pakaian kasual untuk kelas atas. Produk-produk eksentrik yang biasanya untuk para turis dihilangkan secara berkala dan digantikan dengan barang-barang mewah tapi santai seperti yang dikenal saat ini.

Koleksi busana Banana Republic memang identik dengan modelnya yang simpel. Berbagai produk high fashion, seperti gaun, kacamata, parfum, jas, dan kemeja, bisa kita temukan di gerai mereka. Untuk pakaian wanita, gerai itu menyajikan produk seperti rok, blazer, gaun, celana, pakaian rajutan, sepatu, pin, ikat pinggang, dan berbagai aksesori.

Sebagai koleksi pria, mereka menawarkan jaket kulit pria, celana, kemeja, jaket rajutan, sepatu, kaus, dan berbagai macam aksesori seperti syal, topi, dasi, dan ikat pinggang. Di Tanah Air, ada beberapa gerai Banana Republic di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, dan beberapa kota lainnya.

Bekerja sama dengan desainer kostum pertunjukan dari serial Mad Men, Janie Bryant, Banana Republic meluncurkan lebih dari 40 item yang terinspirasi gaya era ’60-an untuk penggemarnya, di antaranya statement jewelery yang chunky, floral dresses bergaya flirty, celana capri, tie-neck blouse yang cantik, atasan berbahan lace, leopard prints, high-waisted skirts, dan trench coats yang lebih modern dan wearable untuk dunia sekarang ini.

“Koleksi ini merupakan tanggapan terhadap permintaan konsumen menyusul debut koleksi Mad Men Agustus 2011. Kini, koleksi Mad Men musim semi 2012 kembali!” ungkap Banana Republic Creative Director, Simon Kneen.

Koleksi terbaru itu dijual dengan kisaran harga 39,50 hingga 450 dollar AS, tersedia untuk pria dan wanita.

Longchamp

Salah satu merek busana ternama asal Prancis ini lahir pada 1948. Longchamp terkenal dengan produk tas travelnya. Jean Cassegrain adalah pencetus merek Luxus yang fokus pada produk kulit. Longchamp masih berdiri di bawah Comite Colbert dan terkenal dengan tas jinjing atau tas perjalanan. Produk lain yang juga digemari para fashionista adalah dompet, aksesori, ikat pinggang, dan syal.

Beberapa review fashionista dari seluruh penjuru negeri mengatakan tas-tas besutan Longchamp memiliki model simpel, warna lucu, dan tahan banting, alias awet. Tentu kesan sebagai tas eksklusif selalu menempel dalam setiap model tas Longchamp asli ini.

Dari segi warna, tas Longchamp memunyai daya pikat tersendiri yang membuat tas ini banyak disukai para fashionista, mulai warna netral sampai warna cerah. Tas Longchamp memiliki kesan “segar” karena didukung dengan keunggulan warna.

Meski sudah mendunia, Longchamp tetap gencar mempromosikan produk-produk keluarannya dengan meluncurkan serial fashion mingguan. Film serial fashion ini akan disiarkan secara online melalui sejumlah situs.

Serial tersebut akan menceritakan kehidupan editor majalah busana. Sebagaimana film dokumenter, identitas karakter di film tersebut akan tetap dirahasiakan dengan wajahnya yang tidak akan pernah terlihat. Film online tersebut juga memperlihatkan produk-produk siap pakai Longchamp, termasuk tas dan sepatu, dengan dua episode ditayangkan mingguan pada akhir2011 lalu.

Alfred Dunhill

Untuk urusan penampilan, pria pun punya pilihan menarik guna mendandani dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ada sejumlah alternatif bergaya yang pas bagi kaum Adam, salah satunya koleksi Alfred Dunhill. Melengkapi pesona penampilan pria maskulin, Dunhill memperkenalkan koleksi jaket atau blazer yang dipadu celana pantalon. Selain itu, ada kemeja dan dasi yang sangat ciamik untuk dikenakan dalam acara formal.

Bagi pria, tampil tanpa ikat pinggang terasa kurang. Buat pilihan gesper, Alfred Dunhill menyediakan pilihan menawan, seperti double buckle belt gunmetal, crest pin belt, slim rectangular buckle belt, dan the curved roller buckle belt. Pilihan gesper yang dirancang sangat klasik ini tetap mengedepankan sentuhan kemewahan yang menyenangkan. Dilengkapi mata gesper menawan.

Pada pilihan tas, merek Dunhill tak hanya menyediakan pilihan untuk gaya resmi seperti ke kantor, tapi juga untuk para pria yang suka berolah raga, melakukan perjalanan, dan menghabiskan waktu ke tempat tertentu seperti museum dan mal.

Tak ketinggalan, Dunhill meluncurkan serial film yang juga ditayangkan online dengan judul DAY 8 pada September tahun lalu. Film tersebut sangat membantu usaha mempromosikan produk Dunhill agar lebih dikenal di kalangan fashionista.

Film tersebut menampilkan profil orang-orang dan selebritas yang menginspirasi kebudayaan. Ini membuktikan kecenderungan merek-merek busana saat ini mulai melirik kekuatan media online sebagai sarana untuk memopulerkan produk-produk mereka.

“Di pasar AS, menswear adalah celah pasar yang bisa terus dikembangkan, dan kini semakin
membaik,” ujar CEO Dunhill, Christopher Colfer. Menurut dia, Dunhill akan menambah lima gerai baru dalam dua tahun ke depan di AS.

Tingginya permintaan koleksi menswear di AS, lanjut dia, dipicu oleh popularitas serial Mad Men yang mempertunjukkan cara berpakaian elegan era 1960-an.

“Serial tersebut memengaruhi gaya berpakaian kaum pria. Pria kini lebih suka menggunakan jas lengkap bergaya klasik, termasuk menggunakan berbagai macam pernak-pernik seperti scarf dan gelang, yang selama ini lebih akrab dengan kaum wanita,” kata Colfer.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: