Oleh: m3d14ku | 16 Januari 2013

Ayo Jalan Kaki! Untuk Kurangi Risiko Kematian

 Udara segar dan digunakan untuk berolahraga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menguatkan tulang dan mengurangi obesitas. Berjalan secara teratur juga dapat menjaga kesehatan yang lebih baik dan mengurangi risiko cedera karena jatuh.

Untuk orangtua yang berjalan-jalan kecil di pagi hari sebanyak empat kali dalam seminggu dapat mengurangi risiko kematian dini pada orang seusianya sebanyak 40 persen.

Menurut para peneliti dari Italia, orang tua yang hanya berjalan selama 15 menit yang dilakukan di udara terbuka memberikan kesempatan kepadanya untuk memperpanjang umurnya beberapa tahun.

Selama sepuluh tahun, para ahli medis memonitori lebih dari 200 warga dari rumah jompo yang rata-rata usianya berkisar di angka 80 tahun dan para ahli medis juga mencatat segala aspek kesehatan, gaya hidup, dan kebiasaan para orang tua tersebut.

Termasuk di dalamnya kondisi mental, diet, berat badan, dan apakah ia adalah seorang perokok dan peminum kopi, atau apakah ia mengalami depresi atau tidak.

Dan, para peneliti menemukan bahwa orang tua tersebut tidak memilki penyakit berat seperti kanker dan penyakit lainnya yang seharusnya sudah dirasakan oleh para orang tua itu sesuai dengan usianya.

Berjalan pendek merupakan bentuk latihan yang teramat mudah bagi para orang tua untuk membuat ia tetap sehat, menghambat penyakit jantung, stroke dan kemungkinan penyebab lain dari kematian pada orang tua.

Udara segar yang dipakai untuk berolahraga dapat meningkatkan efisiensi pada sistem kekebalan tubuh untuk menangkal virus, memperkuat tulang dan mengurangi obesitas.

Hal ini juga memiliki efek samping yang sehat. Orang tua yang berjalan secara teratur lebih mungkin untuk memakan makanan sehat dan cenderung untuk merasakan depresi.

Para peneliti di University of Pittsburgh menilai sebanyak 36.000 orang di atas usia 65 tahun menemukan bahwa orang tua yang berjalan lebih lambat 1,36 mil per jam memiliki peningkatan risiko kematian.

Sementara orang tua yang berjalan lebih dari 2,25 mil per jam bertahan lebih lama daripada yang diperkirakan oleh usia atau jenis kelamin.

Seperti dilansir Dailymail, Rabu (16/1/2013) para peneliti dari Pusat Medis di Boston yang mempelajari orang-orang di awal usia 60 tahun selama satu dekade menemukan orang-orang dengan kecepatan berjalan sangat lambat 1,5 kali lebih mungkin mengembangkan demensia.

Kecepatan berjalan lambat dikaitkan dengan sel abu-abu yang lebih sedikit (neuron yang melakukan sebagian besar pengolahan otak) dan kinerja yang lebih buruk pada memori, bahasa, dan pengambilan keputusan tes.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: