Oleh: m3d14ku | 9 Januari 2013

Behind The Fashion Line

Siapa bilang profesi dalam dunia fashion hanya sebatas designer dan model? Karena di balik keindahannya, banyak sekali orang-orang berbakat yang terlibat di dalamnya. Anda tertarik? Read on!

Fashion Designer

Bisa dibilang para desainer adalah front liners dalam dunia mode. Mereka lah yang mendesain berbagai jenis pakaian untuk season yang biasanya terbagi dua, yaitu autumn/winter dan spring/summer. Yang lebih menantangnya lagi, seorang desainer harus mampu berpikir ke depan untuk memprediksikan tren apa yang akan mereka ciptakan. Nantinya ide ini harus diaplikasikan dalam bentuk visual melalu pakaian maupun aksesoris yang mereka buat. Lebih jauh lagi, dalam mendesain, tentunya mereka juga harus pandai mengenal material, warna, serta proporsi sebuah pakaian. Terkadang seorang desainer papan atas juga mempunyai tim sendiri yang dipimpin oleh designer director. Untuk menjadi fashion designer, biasanya lebih dianjurkan untuk mengenyam pendidikan formal lewat fashion design school atau art school. Internship dengan desainer yang sudah berpengalaman juga akan menjadi suatu hal yang penting sebelum nantinya mendirikan line sendiri. Jika Anda sudah sering membuat pakaian sendiri, mungkin Anda memang berbakat untuk mengikuti jejak Marc Jacobs, Alexander Wang, dan Zac Posen yang terkenal berkat desain mereka yang inovatif.

Fashion Buyer
Anda sering memborong barang-barang di sebuah toko karena menurut Anda produk yang mereka sajikan sesuai dengan selera Anda. Well, berarti buyer mereka bisa dianggap berhasil. Kenapa? Karena fashion buyer adalah orang yang bertanggung jawab untuk memilih berbagai produk untuk dijual di suatu toko. Fashion buyer harus sadar tren dan mengerti benar selera pasar yang dihadapinya. Seorang buyer bahkan diharapkan untuk mengetahui tren masa depan, karena terkadang mereka harus memesan barang satu atau dua tahun sebelumnya. Pekerjaan ini semakin seru karena buyer juga harus mempunyai strategi budgeting dan planning inventory agar produk selalu available untuk pelanggan. Fashion Buyer biasanya bekerja untuk department store, retail store atau wholesale clothing distributors. Nah, menurut hers, profesi ini cocok sekali untuk Anda yang memang punya sense of style yang bagus, tentunya lebih baik lagi jika didukung dengan degree dari jurusan fashion seperti fashion business atau merchandising. Jika Anda berhasil jadi buyer profesional, bukan tidak mungkin nantinya Anda ada di deretan depan fashion show spektakuler para desainer. Wow!

Stylist
Setiap hari Anda selalu dapat pujian karena mix and match busana yang keren, wah berarti Anda punya talenta untuk menjadi stylist. Stylist adalah jabatan dalam dunia fashion di mana dia lah yang bertanggung jawab untuk mengkombinasikan suatu tampilan fashion melalui padu padan berbagai pakaian dan aksesoris. Tapi tidak semudah itu, karena kreasinya harus menghasilkan tampilan yang bagus dan serasi. Stylist juga bisa terbagi lagi menjadi beberapa bidang misalnya stylist untuk di majalah fashion, disebut fashion stylist, atau stylist untuk membentuk image yang biasanya disebut personal stylist. Anda mungkin sudah akrab dengan nama Rachel Zoe. Perempuan super kurus inilah yang berhasil melejit menjadi celebrity personal stylist dalam kurun waktu singkat. Kliennya dari mulai Nicole Richie sampai Rachel Bilson. Zoe sekarang menjadi pendatang tetap setiap fashion show desainer bintang lima. Well, tentu saja para desainer itu berharap pakaiannya akan dipilih Zoe lalu dipakaikan ke berbagai seleb terkenal dan menciptakan fenomena tersendiri seperti yang sudah-sudah. Ingin seperti Zoe? Yang Anda butuhkan hanyalah selera busana yang oke plus kemampuan padu padan yang brilian.

Visual Merchandiser
Ketika melihat-lihat berbagai store di Ibukota, kita sering takjub dengan tampilan etalase yang atraktif serta pengaturan busana di dalamnya yang rapi dan enak dipandang. Siapa yang berada di balik pemandangan menarik itu? Jawabannya adalah seorang visual merchandiser. Mereka wajib mendesain tampilan window display maupun interior toko agar terlihat bagus dan mampu menarik customer untuk membeli. Pekerjaan ini tidak gampang karena Anda harus punya sense yang bagus terhadap suatu tampilan. Bayangkan saja jika Chanel yang sophisticated tapi tokonya berantakan, maka pamornya bisa saja menurun. Maka visual merchandiser harus bisa membawa image suatu brand lewat pengaturan display yang sesuai. Seorang merchandiser yang baik mampu menciptakan tampilan store yang proper dan tentunya menarik perhatian pelanggan. Ia harus memanfaatkan setiap space yang ada, menciptakan lighting yang oke, mengkombinasikan warna, hingga menggunakan lay out suatu toko dengan maksimal. Kreativitas menjadi hal wajib yang tak boleh terlewatkan. Jika Anda ingin mencoba profesi ini, coba saja pelajari lebih dalam lewat jurusan visual merchandising atau promotional design.

Fashion Journalist
Fashion journalist termasuk di dalamnya fashion writer, fashion critic, dan fashion reporter berkarya lewat tulisan-tulisannya mengenai dunia fashion dan segala yang berhubungan dan terlibat di dalamnya. Tulisan-tulisan itu untuk kemudian dimuat dalam publikasi seperti majalah fashion, koran, website, atapun blog. Fashion journalist harus mengerti dunia mode sebaik-baiknya. Oleh karena itulah ia juga wajib kenal dengan tren mode, para desainer, fotografer, maupun PR perusahaan fashion. Dalam menulis artikel fashion, jurnalis mendapatkannya lewat wawancara ataupun pengamatan langsung lewat liputan. Berhubung tulisan ini nantinya akan sampai ke tangan pembaca, maka tulisan yang mereka buat tidak boleh asal-asalan. Jurnalis fashion, selain bekerja untuk media secara tetap, bisa juga hanya sebatas freelance maupun kontributor. Namun, semuanya sama saja, yaitu membutuhkan skill menulis yang bagus, sehingga tulisan itu mampu ‘berbicara’ kepada pembacanya. Jika tertarik akan profesi ini, jurusan fashion journalism adalah yang paling tepat untuk Anda menimba ilmu. Sedikit tip untuk Anda, menjadi jurnalis fashion berarti Anda harus aware setiap saat akan fenomena dunia mode yang dinamis. Tapi, jika Anda andal dalam bidang ini, maka bersiaplah berangkat ke berbagai fashion week untuk melaporkan event akbar ini secara langsung.

Model
Mungkin Anda merasa kehidupan para model lekat dengan sisi glamour dan having fun. Tapi, kenyataanya para model profesional yang memang serius di bidangnya juga menemukan berbagai tantangan dalam karirnya lho. Selain menjaga body shape supaya terus oke, para model juga bertanggung jawab memunculkan image suatu brand lewat gesture mereka saat berjalan di atas runway ataupun saat sesi photoshoot. Menjadi model berarti juga harus pandai-pandai berakting agar suatu foto lebih hidup dan memancarkan emosi yang diharapkan. Pekerjaan ini juga memakan waktu dan tenaga, apalagi menjelang fashion show, karena para model harus mulai casting, fitting, hingga rehearsal dan tampil dalam final show. Belum lagi yang paling melelahkan adalah tuntutan tampil sempurna dari berbagi media serta penikmat fashion. Itulah mengapa profesi model cukup berat untuk dijalankan. Tapi, model generasi baru sudah mulai berani tampil individualis yang membuat mereka malah semakin atraktif dan unik. Jika modeling adalah impian Anda, coba gali inspirasi lewat perjalanan karir model tenar macam Tyra Banks, Agyness Deyn, atau Gemma Ward. Bisa juga lihat seperti apa susahnya tugas para model lewat reality show America’s Next Top Model yang seru itu.

Photographer
Jangan sia-siakan hobi Anda memotret, karena dengan sedikit bantuan stylist dan sense of art yang tinggi, maka Anda juga bisa menjadi fashion photographer yang andal. Tapi, Anda juga harus mempu membuat konsep suatu photoshoot, mengembangkan ide foto, hingga pada akhirnya memvisualisasikan konsep tersebut lewat hasil jepretan Anda. Selain itu, fotografer juga wajib bekerjasama dengan model sebaik-baiknya, bagaimanapun juga mereka diharapkan menghasilkan suatu foto yang appealing untuk para customer. Fotografer wajib menampilkan foto fashion dari mulai foto busana, aksesoris, hairstyle, hingga advertising campaign suatu brand dengan baik untuk menarik perhatian pelanggan. Jika Anda lihat berbagai fashion pages di majalah dengan foto-foto yang menawan, maka itu juga bukti kreasi fotografer yang talented dan kreatif. Sebagai fotografer, ia juga dituntut untuk mencari lokasi yang tepat hingga mencari model yang paling sesuai. Tak ada salahnya juga, fotografer memasukkan personal touchnya dalam setiap foto yang diambilnya. Contoh fashion photographer yang mendunia adalah Gilles Bensimon, Patrick Demarchelier, dan Mario Testino.

Others
Sebenarnya, masih banyak lagi profesi yang terlibat dalam industri fashion yang luas ini, selain yang sudah disebutkan satu-persatu tadi. Misalnya saja, untuk Anda yang bisa menjahit, mungkin profesi sebaagi pattern maker bisa dicoba. Profesi ini berkenaan dengan technical design seperti membuat pola busana dan lain sebagainya. Lalu bisa juga menjadi textile designer yang tugasnya merancang bahan/material untuk nantinya diolah lagi menjadi suatu pakaian jadi. Walaupun terdengar simpel, tapi pekerjaan inilah yang mendasari suatu produksi clothing. Bisa dibayangkan apa jadinya jika tak ada material serta pola saat ingin membuat suatu busana, tentunya tak mungkin semua ready to wear dan haute couture itu ada di depan mata kita. Ada lagi jabatan menantang yang hers temukan, yaitu menjadi fashion marketer. Hampir sama seperti bagian marketing sebuah perusahaan, fashion marketer harus memperkenalkan produk fashion suatu brand kepada khalayak yang sesuai. Ia juga ditantang untuk menempatkan produk sesuai dengan target audience yang ingin didapatkan. Merancang strategi periklanan juga menjadi job desk para fashion marketer. Oh iya, jika Anda rajin didapuk sebagai event orgaziner untuk acara ulang tahun atau reuni sekolah sekalipun, siap tahu skill Anda itu bisa menjadi aset berharga sebagai fashion show director yang tugasnya merancang serta menjalankan sebuah ajang peragaan busana. Sangat menantang bukan? So, who wants to be the next fashion industry worker?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: