Oleh: m3d14ku | 8 Januari 2013

Evita Nuh: Blogger Fashion Sejak Usia 9 Tahun

Tak bisa dipungkiri, peran blogger dalam industri mode semakin diakui saja. Sebut saja, Bryan Boy. Blogger asal Filipina itu seringkali menjadi ‘tamu penting’ di fashion show milik desainer ternama. Belum lagi, Tavi Gevinson, blogger cilik dari Amerika yang kini telah meluncurkan majalahnya sendiri bernama ‘Rookie’.

Tak kalah dengan blogger mode internasional, Indonesia pun memiliki blogger yang juga terkenal. Ia adalah Evita Nuh, gadis mungil yang memulai ‘karir’ sebagai blogger sejak usia 9 tahun. Wolipop berhasil mewawancarai pemilik blog jellyjellybeans.blogspot.com itu, mengenai awal perjalanannya hingga pencapaian terbesarnya sebagai blogger. Berikut petikan wawancara Wolipop bersama perempuan berusia 13 tahun ini melalui email pada Rabu (1/8/2012).

Wolipop (W): Di usia berapa Evita memutuskan menjadi seorang blogger?

Evita Nuh (EN): About 9 years old

W: Bagaimana awal mula menjadi blogger? Mengapa memilih blog sebagai media mengekspresikan diri?

EN: Awalnya I have nothing to do, and like many other kids I’m browsing around, one link lead to another. Akhirnya aku ketemu salah satu blog, it’s belong to Alix a French lady called ‘Cherry blossom’ and at that moment I decide to make my own blog. Why blog? Well maybe because it’s free and easy.

W: Apa yang buat Evita merasa ‘enjoy’ sekali dengan dunia fashion?

EN: I just like it, it’s fun mixing baju, se-fun playing with my barbies or dressing up my sims in the sims game.

W: Strategi apa yang dilakukan sampai blog Evita menjadi terkenal?

EN: Hahaha no strategy whatsoever, aku cuma tulis dan post hal-hal yang aku suka. Blogging is for fun, not some kind of competition or business so there’s no strategy needed.

W: Banyak yang bilang Evita adalah Tavi Gevinson ala Indonesia. Bagaimana tanggapannya?

EN: I’ll take that as a compliment, because she’s so cool. Tapi kalau style we are pretty much different. I guess it’s because we are both young and at that time not many young bloggers around, jadi begitu ada yang seumur dianggap mirip dan sama.

W: Seberapa sering Evita berbelanja untuk menunjang aktivitas blogging? Berapa bujet yang disiapkan per bulannya?

EN: Aku sering sekali ditanya (tentang) pertanyaan ini, hehehe but really tidak ada budget sama sekali, aku cuma beli kalau aku mau atau perlu, malah seringnya aku dibelikan atau dihadiahi hehehe.

W: Banyak yang berpendapat bahwa sang kakak memiliki peran besar di dalam blog Evita. Lebih besar dibanding peran Evita sendiri. Bagaimana tanggapannya?

EN: Of course she is, banyak sekali yang memuji foto di blogku dan itu taken by my sister so she have huge part. Many people think I don’t write or make my own blog right? I always think it’s the biggest compliment.

The thing is my sister, a.k.a my photographer in daily life is a lawyer so her hand pretty much already full with her works, dia bahkan jarang sekali baca blogku and my other sister tidak tinggal sama aku, she live in her apartment and both of them doesn’t really have interest with fashion at all. Hehehe..

W: Apakah blogging sudah menjadi profesi bagi Evita saat ini?

EN: I don’t know for sure, is it makes money? Well yes, tapi kalau profesi it means I have to be professional right? I mean harus ada disiplin waktu dan tanggung jawab, which is I don’t have, like I said I do it purely for fun.

W: Apa pencapaian terbesar Evita selama menjadi blogger?

EN: Kalau menurutku, aku selalu senang ketika namaku masuk majalah luar dan ditulis “Evita Nuh from Indonesia” atau aku selalu terharu ketika banyak ibu yang bilang anak perempuannya suka sama aku dan berharap seperti aku kalau sudah besar, it’s priceless. Other than that, mungkin dari blogging aku bisa buat my own brand, sekarang aku sedang buat line baru called EVITANUH, wish me luck ok?!

W: Bisa ceritakan lebih dalam mengenai tentang lini EVITANUH, mulai dari produk hingga peran Evita dalam lini busana tersebut?

EN: EVITANUH still on process though, produknya seperti clothing line lain, tops, pants, skirt and outerwear. Kalau target siapapun bisa, maksudku if it’s fits you then it’s yours hehehe.

Selain clothing, ada satu project EVITANUH lagi yang sedang dibuat but it’s still secret yang pasti didalam project itu aku berkolaborasi dengan empat ilustrator super hebat dari Indonesia lebih detailnya aku belum bisa kasih tahu, I don’t want to jinx it hehehe.

Untuk EVITANUH ini, I work alone, maksudnya everything I do it alone (kecuali jahitnya ya hahaha) I’m the owner, creative director, designer, everything I do it myself makanya it takes time.

W: Akan seperti apa Evita dalam 10 tahun mendatang? Apa yang menjadi cita-cita Evita?

EN: Hahahaha 10 years? I’ll be 23 right? I’m not sure but whatever I become I hope I will be person that my dad and sisters proud of. A person that can show them that they had raised me well.

W: Saran Evita untuk fashion blogger baru?

EN: Write what you want, post whatever you feel like have fun with blogging, because that is all blogging about.

(eya/eya)

Keuntungan Jadi Blogger Mode, Baju Gratis Hingga Nonton Fashion Show

Jakarta – Menjadi blogger fashion yang sudah dikenal banyak orang, tenyata memberikan keuntungan tersendiri. Selain menjadi ‘panutan mode’, tak jarang para blogger itu mendapatkan produk fashion secara cuma-cuma dan juga tempat duduk front row dalam sebuah peragaan busana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Evita Nuh, pemilik blog jellyjellybeans.blogspot.com. Menurut Evita yang memutuskan untuk menjadi blogger pada usia 9 tahun itu, dirinya seringkali mendapatkan produk fashion. Bahkan dalam satu minggu, ia bisa mendapat tiga sampai empat barang. Tak terkadang, lebih dari itu.

“Yup, banyak sekali, I can’t thank’s enough. Setiap minggu mungkin ada sekitar 3-4 barang kadang lebih, tapi kalau sudah menumpuk terpaksa aku tolak karena aku pusing ketika barang menumpuk dan belum aku foto. Aku sering merasa tidak enak, karena aku tahu mereka berharap barangnya aku pakai, sedangkan kadang-kadang aku lama sekali tidak posting blog,” tulis Evita saat diwawancara Wolipop melalui email pada Rabu (1/8/2012).

Selain produk lokal, ada pula beberapa brand dan desainer asal Itali dan Prancis yang mengirimkan karyanya kepada Evita. Bahkan ada desainer Jepang yang mengambil Evita sebagain inspirasi ketika sedang merancangnya.

“Ada beberapa barang yang aku dapat dari Italy dan france yang tidak dijual disini, atau aku pernah dikirimi baju–baju dari Jepang dan pengirimnya cuma minta aku pakai, no link or anything dia cuma mau lihat aku pakai rancangan dia. It’s so cool karena dia bilang ketika dia rancang baju itu, he imagine me wearing it,” jelas perempuan yang berusia 13 tahun itu.

Selain menerima baju dan fashion item lainnya, blog milik Evita seringkali menjadi tempat beriklan para brand ternama. Salah satu yang terbaru adalah, brand elektronik Toshiba. Brand tersebut menghubungi Evita melalui email, dan memintanya untuk mempromosikan salah satu produk terbarunya. Tentu saja, hal ini memberikan keuntungan secara finansial bagi Evita.

“I get the product and fee (I more think it as a bonus, soalnya I do it for fun). Kalau aku nggak suka produk brandnya aku tolak, jadi aku cuma mau pakai yang aku suka, so it feels like bonus, dapat barang yang aku suka dan dibayar untuk pakai, hehehe,” tulisnya.

Dengan adanya keuntungan secara materi, tak sedikit blogger mode yang menjadikan ‘kegiatan ngeblognya itu sebagai profesi. Namun tidak bagi perempuan yang punya hobu baca buku, menggambar dan foto itu.

“Is it makes money? Well yes, tapi kalau profesi it means I have to be professional right? I mean harus ada disiplin waktu dan tanggung jawab, which is I don’t have, like I said I do it purely for fun. I will not make blogger as work,” ungkap Evita lagi.

Bagi para pecinta fashion, ajakan untuk menghadiri peragaan busana adalah pengalaman yang paling menyenangkan. Apalagi mendapat kesempatan duduk di baris pertama atau front row. Evita yang merupakan penggemar karya Karl Lagerfeld, Alexander McQueen dan Biyan itu, seringkali mendapat undangan peragaan busana baik dari dalam maupun luar negeri.

“Aku selalu dapat banyak undangan. Aku cuma datang ke fashion show yang aku benar-benar tertarik saja, well so far I always in front row. Kalau fashion week luar aku suka dapat undangannya from some brand, tapi itu selalu (bertepatan dengan) school day. Jadi aku tidak mungkin pergi. Kadang-kadang (merasa) sayang, karena terkadang aku dapat undangan private show dan ingin sekali datang, but school always comes first,” tulis Evita.

sumber : courtesy of indonesiabuku.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: