Oleh: m3d14ku | 4 Januari 2013

Pesta 90 Tahun

Model di pergelaran koleksi Gucci 2012 di Milan Fashion Week. Tahun ini, Fashion’s Night Out Milan Fashion Week menjadi ajang pertunjukan seni, film, serta fashion show bagi publik.

Gucci merayakan sembilan dekade usianya di Milan Fashion Week dengan menghadirkan koleksi yang merepresentasikan tradisi, sejarah, serta inovasi, tiga elemen yang menjadikan Gucci salah satu kekuatan di dunia mode. Setiap musimnya,panggung Milan memang tidak pernah sepi dari nama-nama besar.Roberto Cavalli, Giorgio Armani,Dolce & Gabbana, Versace,Prada,dan Gucci, selalu hadir menawarkan tren terbaru bagi para fashionista.

Namun kali ini, Milan Fashion Weekdibuka dengan banyak perayaan,salah satunya pesta 90 tahun Gucci.Sejarah Gucci dimulai pada 1921,ketika Guccio Gucci membelokkan arah kariernya dari petugas pencuci piring menjadi penjual material kulit.Guccio yang berpengalaman bekerja di Savoy Hotel di London,menjadi akrab dengan gaya dan selera kaum jetset. Tidak membutuhkan waktu lama, koleksi tas dan valise atau tas bepergian ukuran kecil besutannya, laris manis di pasaran.

Seperti halnya setiap pelaku bisnis, usaha Guccio tidak selalu berjalan mulus.Saat Perang Dunia berlangsung, bisnisnya sempat tersendat.Namun, hal tersebut justru memberi ide baru bagi Guccio yang kemudian menciptakan lini koleksi baru dengan harga lebih terjangkau,yang juga mendapat sambutan positif dari konsumen.Pada 1960-an,Gucci memperluas koleksinya dengan menambah lini busana yang kemudian identik dengan Jackie Onassis, konsumen setia Gucci di era sixties.

Untuk menghormati Onassis,Gucci pun menamai salah satu koleksi tas ikoniknya dengan namanya. Kembali ke masa kini,di atas catwalk, Frida Giannini yang kini menjadi nakhoda Gucci menghadirkan koleksi yang mengingatkan akan sejarah panjang label.Giannini mengatakan, dirinya mengambil inspirasi dari arsiparsip lama Gucci yang dikombinasikan dengan sentuhan pop,termasuk di antaranya elemen metropolis dan blade runneryang terlihat dari penggunaan manik-manik metalik,rumbai,serta aksen rantai.

Secara keseluruhan,Giannini sukses menampilkan gaya sleek dan urban,yang sudah lama identik dengan label Gucci. “Saya ingin mengeksplorasi sisi optikal dari feminitas dengan menghadirkan glamorama yang lebih struktural,” ujar Giannini,menjelaskan banyaknya sentuhan art deco pada koleksinya.Lebih lanjut, Giannini menyatakan bahwa gaya struktural tersebut juga disarikannya dari DNA brand.

“Saya mencoba mengombinasikan gaya Gucci dari arsiparsip lama dengan elemen kontemporer, namun tetap disesuaikan dengan DNA dan kepribadian brand,” imbuhnya. Usaha Giannini pun mendapat anggukan setuju dari “pasukan” editor mode yang membanjiri Milan setelah bertolak dari London. Reviewpositif berdatangan, pujian pun tak jarang terlontar,terutama untuk penempatan apik logo “G”, sebuah tribute kecil dari Gucci untuk pendirinya, Guccio Gucci.

Di ranah mode,nama Gucci sempat lekat dengan Tom Ford yang membentuk sensualitas lewat siluet rancangan memeluk tubuh. Berpisah dengan Ford,tampuk kekuatan kreatif Gucci berpindah ke tangan Giannini yang lebih dikenal sebagai desainer aksesori. Bersama Giannini,perlahan wajah sensual Gucci berubah.Giannini menambahkan elemen-elemen baru di sana-sini.

Sesekali aura rock n roll,lain kali gaya bohemian ataupun equistrian yang membuat Gucci semakin kaya dalam gaya. Selain acara ulang tahun ke-90 Gucci,Milan FashionWeek tetap menyajikan warna-warni.Tidak hanya itu,Milan juga mulai merangkul para talenta muda.Hillary Alexander, Fashion Director Telegraph mengatakan,Milan bukanlah kota mode di mana talenta mudanya mendapatkan sponsorship dan dukungan penuh dari pemerintah, seperti halnya di Paris,London,atau New York.

Namun,musim ini Milan memberikan sesuatu yang baru. Selain menghadirkan rangkaian fashion show dari para top notchdesigners, musim ini Milan juga mempersembahkan panggung bagi para pemula,“A New Generation of Designers”. Dihelat di Palazzo Morando,istana dari abad ke-18,acara yang ditujukan untuk memperlihatkan bakat-bakat muda Milan itu dihadiri oleh Giorgio Armani,

DonatellaVersace, Domenico Dolce, Stefano Gabbana,Roberto Cavalli,Renzo Russo dari brandDiesel, dan Anna Wintour,Editor-in-Chief VogueAmerika,yang menjadi penyelenggara. Warna baru lain yang juga diperlihatkan Milan Fashion Week adalah Milan Loves Fashion,proyek mode besutan Wali Kota Milan Letizia Moratti.

sumber : courtesy of seputar-indonesia.com
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: