Oleh: m3d14ku | 22 November 2012

Mini Show APPMI: Deklarasi Feminitas

Di hari ke-9 Jakarta Fashion Week (JFW) 2013 APPMI kembali menampilkan kreasi para desainernya. Lewat pagelaran Mini Show yang digelar di Fashion Loft, Plaza Senayan Minggu (11/11), Hartono Gan, Agnes Budhisurya, Misan, dan Grace Fenny menampilkan rangkaian koleksinya yang kental dengan siluet feminin.
Desainer asal Medan, Hartono Gan, tampil sebagai pembuka dengan kreasi busana cocktail berpotongan sederhana dengan sedikit sentuhan kontemporer. Tema The Dress I Live In terinspirasi dari berbagai blog fashion yang semakin marak dalam dunia mode saat ini. Menurutnya fashion bukan lagi ‘what to wear’, melainkan ‘how to wear it’. Hartono menampilkan kreasi penuh volume dan juga flowy yang menggunakan material chiffon dan tulle. Ekspresi bebas dituangkan melalui padu padandalam dominasi warna monokromatik hingga warna terang seperti kuning, hijau lemon, dan fuchsia.
Sequence dilanjutkan dengan karya desainer Agnes Budhisurya yang mengangkat tema Metamorphosa. Masih lekat dengan kreasi lukis di atas bahan sutera, kali ini Agnes menggambarkan inspirasi warna dari perubahan ulat menjadi kepompong hingga kupu-kupu dengan padanan warna bernuansa alam dan rona gradasi. Ragam rancangan kaftan yang ringan melambai tampak cantik dalam warna-warna yang memikat ini.
 Misan, desainer asal Bandung yang terkenal dengan eksplorasi busana dalam detail-detail rumit kali menampilkan rancangan busana cocktail dalam wujud abstrak. Permainan aksen payet bermotif bunga hingga dedaunan dalam koleksinya yang bertema Butterfly Effect ini membuktikan kepiawaiannya dalam mengolah ide. Berkat teknik laser cut, tiap helai busananya memiliki aksen layer yang padat, penuh lambaian selayaknya kupu-kupu sedang bermain-main di taman bunga.
Sebagai penutup, ditampilkan parade busana cocktail rancangan Grace Fenny yang bertema Lay’cious. Permainan warna lembut seperti pink, emas, dan biru mendominasi kreasi Spring/Summer 2013 ini. Dengan pengaplikasian dua bahan berbeda yang ditumpukkan, serta teknik layering yang dpadukan dengan lace, sequins, hingga sematan pita dan bunga, semakin menguatkan siluet feminin yang ditampilkan pada pagelaran yang istimewa ini.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: