Oleh: m3d14ku | 22 November 2012

Anang Bertelanjang Dada di Jember Fashion Carnaval 2012

Anang Hermansyah bersama istrinya, Ashanty, yang baru menjalani acara ngunduh mantu di Jember pada Jumat lalu (6/7/2012), menyanyi dalam penutupan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2012, di Central Park Pemkab Jember pada Minggu (8/7/2012). Mereka membawakan lagu “Sumpah Mati”.

Anang dan Ashanty berduet sembari berjalan di pelataran depan tempat duduk para tamu, termasuk Bupati Jember, MZ Abidin Djalal. Para warga yang menonton sempat mengerumuni Ashanty dan Anang. Para petugas keamanan pun jadi kelabakan, berlari-lari, untuk menjaga pasangan tersebut.

Dipagari oleh para petugas keamanan itu, Anang dan Ashanty tetap menyanyi sembari berjalan menembus kerumunan warga, menuju ke depan para wartawan yang hendak mengabadikan mereka. “Saya senang diberi kesempatan ini. Enggak pernah menyangka bakal tampil di JFC,” ucap Anang.

Tampil dalam JFC 2012, Anang mengenakan kostum yang desainnya disebut terinspirasi oleh budaya Papua. “Saya suka dengan hal-hal yang berkenaan dengan Papua,” ujar Anang. “Anang itu orang pertama yang saya buatkan kostum Papua. Sebab, dia memang menyukainya,” ungkap Dynand Fariz, penggagas JFC.

Di balik kostumnya, Anang hanya mengenakan celana jeans hitam. Ia bertelanjang dada. Semacam kalung berhias potongan kaca, tali pengikat gorden, dan bulu burung menutup bagian atas dadanya. Sementara itu, koteka menghiasi kostum bagian bawahnya. Sebagai pelengkap kostum tersebut, mahkota berhias bulu burung dan sandal bertali lilit hingga selutut dikenakan oleh Anang.

Istri pemusik Anang Hermansyah ini mengenakan semacam jubah “burung” dari kain satin warna coklat di atas bodysuit hitamnya. “Kostum JFC itu biasanya terbuat dari bahan-bahan yang ditemukan di sekitar, seperti kain perca atau tutup botol,” ujar Dynand Fariz, penggagas JFC, Sabtu (7/7/2012).

Potongan kaca dan kuningan bekas ditempelkan di sepanjang pinggiran jubah. Tampar pengikat gorden dan pita juga menghiasi busana itu.

Ashanty mengenakan pula mahkota berbentuk burung yang mengepakkan sayapnya. Mahkota itu berhiasan rangkaian bunga sintetis. “Bunga ini biasanya diletakkan di meja tamu. Nah, ini diaplikasikan pada mahkota,” jelas Dynand.

Sebagai pelengkapnya, Ashanty mengenakan high heels warna keemasan.

JFC 2012 kini telah usai. Anang dan Ashanty pun sudah meninggalkan Central Park Pemkab Jember. Mereka sempat mengalami kesulitan ketika hendak keluar dari tempat tersebut karena dikerubuti oleh para warga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: